Selasa, 03 Februari 2026

Kemana Setelah Lulus SMK ...???

Bagi kalian yang sudah duduk dikelas XII SMK, tentunya harus mempersiapkan setelah lulus mau kemana? karena waktu pasti berjalan terus tanpa bisa di pause// atau dihentikan.
Persiapan dan rencana harus disusun agar tiba waktunya nanti tinggal melaksanakan tentunya dengan alternatif lainnya apabila rencana 1 tidak bisa dilaksanakan maka laksanakan rencana 2.

1. Melanjutkan ke perguruan tinggi

Alternatif pertama bercita-citalah untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi/kuliah, karena menuntuk ilmu itu wajib dari ayunan sampai liang lahat dalam prinsip Islam. Carilah perguruan tinggi dengan masa depan yang cerah dan sesuai minat kalian, tentunya kalau kalian memilih ini harus memikirkan biaya, kesiapan orang tua dll. walaupun nanti 


2. Bekerja

Bila kalian ingin bekerja, lowongan pekerjaan dapat dilihat melalui BKK sekolah. Sebenarnya kalua kalian dari awal ingin bekerja, maka saat melaksanakan Praktek Kerja Lapangan sebagai salah satu alternatif untuk langsung bekerja, karena biasanya tempat PKL akan melihat keseriusan siswa PKL, bila yang mempunyai dedikasi tinggi tentunya akan langsung direkrut sebagai karyawab.


3. Wirausaha

bila menginginkan wira usaha, harus punya rencana, usaha dibidang apa, sudahkan ada pengalaman dibidang tersebut, karena bila belum pengalaman maka tidak mengerti medan ibaratnya.



  

Sebuah Renungan

Setelah selama satu tahun tidak menulis, akhirnya jiwaku terpanggil lagi membuat catatan disini. Kali ini yang saya akan bahas adalah mengenai prestasi kejuruan Lomba Kompetensi Siswa tingkatt kabupaten Banyumas yang kebetulan tahun 2026  tepatnya tanggal 28 Januari 2026 bertempat di SMK N 2 Banyumas.


Semenjak tahun 2023, SMKN 2 Purwokerto selalu merajai juara pertama lomba LKS kabupaten Banyumas sampai 2025 dan menjadikan SMKN 2 Purwokerto wakil kabupaten ditingkat propinsi, suka duka pasti banyak dialami baik oleh peserta (siswa) maupun pembimbing (guru) yang harus lembur mempersiapkan agar anak didiknya juara.

Begitu pula di tahun 2026, persiapan yang hanya dua minggu dengan kerja keras dan kerja cerdas, maka LKS dapat diikuti dengan baik. menjelang pelaksanaan melakukan uji coba disekolah dengan hasil memuaskan karena pembuatan desain layout pcb sampai penyolderan komponen dalam waktu yang singkat dan sukses. begitu juga dalam pemograman, dengan memahami coding yang ada, maka dapat mengerjakan soal dengan baik dan dalam waktu yang singkat. karena dalam lomba lks ini dibagi dalam tiga sesi, pertama sesi teori, siswa mengerjakan lewat google form, kedua pemograman, siswa membuat program dengan dua kombinasi dan ketiga pembuatan, layout dan penyolderan dan pengujian. dalam latihan akhir semua bisa dilalui dengan mudah dan dalam waktu yang singkat dan hasil memuaskan, sehingga optimis dapat menjadi juara.

menjelang pelaksanaan, persiapan pun dimulai, berangkat lebih awal agar tidak tergesa-gesa dan dengan penuh optimis berangkat ke arena lomba di Banyumas.

Pesesrta lomba lks kabupaten Banyumas terdiri dari delapan sekolah yaitu SMKN 2 Banyumas, SMKN 2 Purwokerto, SMK Ma'arif Sumpiuh, SMK Ma'arif Ajibarang, SMK Mulya Husada, SMK Ksatrian, SMK 75, SMK Bunda Satria. Semua mempunyai semangat Juara...........

Pelakksanaan dilaksanakan mulai jam 09.00 dengan dibuka secara resmi oleh kepala SMKN 2 Banyumas, Bapak Drs. Dani Priawidada. dilanjutkan dengan penjelasan dewan juri dari UMP dan CV. Cipta Letera.

hal yang diperlu diperhastikan peserta lomba:
1. Gunakan dan terapkan K3, Keselamatan Kesehatan Kerja, ini sebagai prasyarat wajib karena dengan 
    menerapkan K3, pekerjaan akan menjadi aman dan selamat.
2. Tempat harus rapi, bersin dengan menerapkan 5S yaitu :   

   budaya kerja Jepang untuk menciptakan lingkungan kerja yang rapi, efisien, dan disiplin,     
   meliputi Seiri (Ringkas), Seiton (Rapi), Seiso (Resik/Bersih), Seiketsu (Rawat/Standarisasi),     dan Shitsuke (Rajin/Disiplin)
   
 3. Jangan grogi, biasanya perasaan ini muncul saat peserta lain sudah selesai mengerjakan suatu         
     pekerjaan dan kita belum, jangan grogi dulu, tapi tetap fokus sehingga kita dapat mengerjakan dengan 
     baik


Disesi pertama yaitu ssesi terori dan kedua sesi pemograman SMKN 2 Purwoketo memimpin dengan waktu tercepat dan nilai yang lumayan baik, sehingga sekolah lain pun dibuat iri dengan kinerja kita.
mulai sesi ketiga, yang perlu dikoreksi, karena ecthing menggunakan HCL, maka harus diluar ruangan walaupun tidak ada pemberitahuan, tapi ini jelas menyangkut K3, gunakan peralatan K3.
layout dipastikan benar sehingga tidak menyulitkan langkah selanjutnya.
Akhir pengumuman SMKN 2 Purwokerto menempati peringkat kedua setelah SMKN 2 Banyumas dan dibawahnya ada SMK Bunda  Satria.
Akhirnya Alhamdulillah .........................




Senin, 18 November 2024

SEKOLAH KEDINASAN

Pengertian Sekolah Kedinasan

Hal pertama yang perlu kamu ketahui bahwa sekolah kedinasan, sekolah ikatan dinas, dan perguruan tinggi kedinasan itu sama saja. Jadi, nggak usah bingung, ya!

Menurut Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permen PANRB) Nomor 20 Tahun 2021, sekolah kedinasan adalah perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kementerian Perhubungan, Badan Pusat Statistik, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Badan Intelijen Negara, Badan Siber dan Sandi Negara dengan pola ikatan dinas dan/atau pola pembibitan.

Dari definisi di atas, dapat disimpulkan alumni sekolah ikatan dinas dapat langsung bekerja di kementerian atau lembaga pemerintah yang menaunginya.

 

Perbedaan Sekolah Ikatan Dinas dan Non Ikatan Dinas

Sebelum mendaftar, ada baiknya jika kamu memahami  perbedaan antara sekolah ikatan dinas dengan non ikatan dinas. Sederhananya, sekolah non ikatan dinas tidak menjamin para siswanya untuk bekerja di instansi pemerintahan.

“Lho, kok gitu sih?”

Sekolah non ikatan dinas hanya berafiliasi dengan suatu instansi, lembaga, atau kementerian dalam penyelenggaraan pendidikan, tetapi tidak memiliki perjanjian ikatan dinas setelah lulus.

Artinya, kamu hanya memperoleh ijazah setara mahasiswa PTN dan PTS untuk modal melamar pekerjaan di perusahaan maupun lembaga pemerintah.

Contoh sekolah non ikatan dinas antara lain:

  • Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung
  • Politeknik Kesehatan (Poltekkes)
  • Politeknik Pekerjaan Umum Semarang
  • Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta
  • Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor
  • Politeknik Negeri Nuklir
  • Politeknik Energi dan Akamigas Cepu
  • dsb

 

Baca juga: 12 PTN Terbaik di Jakarta Beserta Jurusan dan Biaya Kuliah

 

12 Sekolah Kedinasan Berstatus Ikatan Dinas di Indonesia

Berdasarkan Permen PANRB No. 20 Tahun 2021, sekolah kedinasan diselenggarakan oleh beberapa kementerian dan lembaga pemerintah. Berikut beberapa kampus yang berada di bawah naungan kementerian dan lembaga pemerintah tersebut.

1. Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN

Aku yakin kalian udah nggak asing sama STAN. Yaps, kini Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) bertransformasi menjadi Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN). Kampus yang selalu ramai peminat ini dinaungi oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu), lho. Mulai tahun 2021, PKN STAN memiliki tiga jurusan kuliah.

  • D-IV Akuntansi Sektor Publik
  • D-IV Manajemen Aset Publik
  • D-IV Manajemen Keuangan Negara

 

2. Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)

Kamu tertarik dengan segala persoalan di Indonesia? Coba deh mendaftar kuliah di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Kampus yang berada di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini memiliki tujuan untuk mempersiapkan kader pemerintahan, baik di tingkat daerah maupun pusat. Makanya, lulusan kampus IPDN bakal bekerja di sektor-sektor pemerintahan gitu deh, Brainies.

Untuk jurusan kuliahnya, IPDN juga memiliki beragam jurusan yang dialokasikan ke dalam tiga fakultas, yakni Fakultas Politik Pemerintahan, Fakultas Manajemen Pemerintahan, dan Fakultas Perlindungan Masyarakat. Lalu apa saja ya jurusan kuliah Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)?

Fakultas Politik Pemerintahan IPDN

  • Jurusan Politik Indonesia Terapan
  • Jurusan Kebijakan Publik
  • Jurusan Pembangunan Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat

Fakultas Manajemen Pemerintahan

  • Jurusan Administrasi Pemerintahan Daerah
  • Jurusan Manajemen Sumber Daya Manusia Sektor Publik
  • Jurusan Keuangan Publik
  • Jurusan Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan

Fakultas Perlindungan Masyarakat

  • Jurusan Perpolisian Tata Pamong
  • Jurusan Studi Kependudukan dan Pencatatan Sipil
  • Jurusan Manajemen Keamanan dan Keselamatan Publik

 

3. Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip)

Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) merupakan sekolah dinas di bawah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Kampus ini ditujukan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang ahli di bidang pemasyarakatan. Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) memiliki tiga jurusan dengan jenjang pendidikan sarjana terapan atau D-IV.

  • D-IV Manajemen Pemasyarakatan
  • D-IV Teknik Pemasyarakatan
  • D-IV Bimbingan Kemasyarakatan

 

4. Politeknik Imigrasi (Poltekim)

Sama halnya dengan Poltekip, Politeknik Imigrasi (Poltekim) juga dinaungi oleh Kemenkumham, lho. Bila Poltekip mempelajari tentang pemasyarakatan, maka Poltekim belajar tentang imigrasi. Dengan begitu, lulusan sekolah dinas ini nantinya akan ditempatkan di kantor imigrasi yang ada di Indonesia atau di unit imigrasi sebagai perwakilan luar negeri Indonesia. Menarik ‘kan?

Sekolah Kedinasan Ikatan DinasSeragam siswa Poltekim (Sumber: poltekim.ac.id)

Sementara untuk jurusan kuliahnya, Poltekim memiliki empat jurusan yang terdiri dari jenjang D-III dan D-IV. Oh iya, Poltekim dan Poltekip termasuk sekolah dinas yang sepi peminat, lho!

  • D-III Keimigrasian
  • D-IV Hukum Keimigrasian
  • D-IV Administrasi Keimigrasian
  • D-IV Manajemen Teknologi Keimigrasian

 

5. Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI)

Selanjutnya, kita beralih ke kampus yang berada di bawah Kementerian Perhubungan (Kemenhub), yakni Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI). Kampus PTDI menyelenggarakan pendidikan vokasi di bidang transportasi darat. Ini jurusan kuliah vokasi di Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI).

  • D-III Manajemen Transportasi Jalan
  • D-III Manajemen Transportasi Perkeretaapian
  • D-IV Transportasi Darat

 

6. Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI)

Masih ngomongin kampus di bawah Kemenhub, Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) merupakan perguruan tinggi pencetak lulusan yang cakap dalam bidang perkeretaapian, baik pada level merencanakan merawat, menguji, menginspeksi, hingga mengaudit. Dengan begitu, lulusan dari PPI nggak cuma bisa mengabdi pada pemerintah, tetapi juga bekerja di perusahaan-perusahaan bidang perkeretaapian nasional maupun internasional.

Ada empat jurusan kuliah di Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) yang seluruhnya berjenjang D-III. Apa saja jurusannya?

  • D-III Teknologi Bangunan dan Jalur Perkeretaapian
  • D-III Teknologi Elektro Perkeretaapian
  • D-III Manajemen Transportasi Perkeretaapian
  • D-III Teknologi Mekanika Perkeretaapian

 

 

7. Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP)

Kampus yang dinaungi Kemenhub berikutnya ialah Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP). Nah, kali ini bukan lagi berhubungan dengan transportasi darat nih, Brainies, melainkan transportasi laut. STIP membuka tiga jurusan sarjana terapan.

  • D-IV Nautika
  • D-IV Teknika
  • D-IV Ketatalaksanaan Angkatan Laut dan Kepelabuhan (KALK)

 

8. Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI)

Transportasi darat udah. Transportasi laut juga udahNggak adil dong kalau nggak ngomongin kampus yang berkaitan dengan transportasi udara ini. Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) juga salah satu kampus asuhan Kemenhub.

Politeknik Penerbangan Indonesia bakal cocok buat kamu yang memiliki minat di bidang penerbangan. Ketika kuliah di PPI, kamu akan dilatih menjadi seorang profesional di bidang penerbangan sipil. Gimana, tertarik nggak? Nih kenalan dulu dengan jurusan yang ada di kampus ini.

  • D-III Teknik Bangunan dan Landasan
  • D-III Teknik Mekanikal Bandar Udara
  • D-III Penerangan Aeronautika
  • D-III Pertolongan Kecelakaan Penerbangan
  • D-III Operasi Bandar Udara
  • D-IV Penerbang
  • D-IV Teknik Pesawat Udara
  • D-IV Teknik Navigasi Udara
  • D-IV Teknik Listrik Bandara
  • D-IV Lalu Lintas Udara

 

9. Politeknik Statistika STIS (Polstat STIS)

Selain kampus di bawah naungan kementerian, kita bakal ngomongin kampus yang dinaungi oleh lembaga pemerintah nonkementerian. Kampus pertama yang bakal kita bahas ialah Politeknik Statistika STIS (Polstat STIS). Kampus ini berada dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Asal kamu tahu saja, Brainies, peminat Polstat STIS banyak lho karena lulusannya dinilai akan terus dicari di masa depan.

Hmm memang apa saja sih jurusan kuliah di Polstat STIS? Jurusan di kampus ini hanya terdiri dari tiga jurusan vokasi. Makanya, kamu harus siap dengan persaingan ketat buat masuk ke kampus Polstat STIS.

  • D-III Statistika
  • D-IV Statistika
  • D-IV Komputasi Statistik

 

10. Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG)

Ketika tiba-tiba kita merasa ada guncangan di bumi, ngaku deh pasti langsung ngepoin “Apakah barusan terjadi gempa bumi? Kalau iya, gempa di mana lagi nih?” Ya ‘kan? Saat mencari informasi itu, kamu pasti menemukan bahwa narasumbernya ialah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Mengapa ya informasinya selalu bersumber dari mereka? Mau tahu? Yaudah, coba kuliah di kampus naungan BMKG saja, yaitu Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG).

Sekolah Kedinasan Ikatan DinasSeragam siswa STMKG. (Sumber: stmkg.ac.id)

STMKG merupakan PTK yang bertujuan menghasilkan sumber daya manusia yang berwawasan dalam bidang meteorologi, klimatologi, geofisika, dan instrumentasinya. Ada 4 jurusan D4 di STMKG, yaitu:

  • D-IV Meteorologi
  • D-IV Klimatologi
  • D-IV Geofisika
  • D-IV Instrumentasi

 

11. Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN)

Kampus selanjutnya ialah Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) yang berada di bawah pengelolaan Badan Intelijen Negara (BIN). Di STIN kamu akan belajar mengenai ilmu intelijen yang dapat diaplikasikan untuk menjaga dan mempertahankan kedaulatan dan keutuhan negara. Terdengar keren ya?

Berbeda dengan PTK atau sekolah kedinasan lainnya, STIN hanya menawarkan program sarjana (S-1) sebagai jenjang pendidikan awal. Sementara untuk jurusannya, STIN memiliki empat jurusan kuliah S1:

  • Jurusan Agen Intelijen
  • Jurusan Teknologi Intelijen
  • Jurusan Cyber Intelijen
  • Jurusan Ekonomi Intelijen

 

12. Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN)

PTK atau sekolah kedinasan terakhir ialah Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) yang diselenggarakan oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Kuliah di Poltek SSN artinya kamu siap ditempa menjadi seorang profesional di bidang persandian dan keamanan informasi. Jadi, kurang-kurangin deh gibah nggak penting kalau mau masuk ke kampus ini.

Untuk jurusan kuliahnya, Poltek SSN memiliki tiga jurusan dengan jenjang D-IV. Berikut jurusan kuliah Poltek SSN yang bisa kamu pilih.

  •  D-IV Rekayasa Keamanan Siber
  • D-IV Rekayasa Kriptografi
  • D-IV Rekayasa Perangkat Keras Kriptografi






sumber:
https://www.brainacademy.id/blog/perguruan-tinggi-kedinasan-di-indonesia

Kemana Setelah Lulus SMK ...???

Bagi kalian yang sudah duduk dikelas XII SMK, tentunya harus mempersiapkan setelah lulus mau kemana? karena waktu pasti berjalan terus tanpa...